MEDIA DEMOKRASI, Palembang - Nama Almarhum Akidi Tio tiba-tiba viral di tanah air. Sosoknya yang tak pernah diketahui publik, kini ramai menjadi perbincangan lantaran kedermawanannya. Ya, keluarga Akidi Tio menyumbangkan uang Rp 2 triliun untuk membantu penanganan Covid-19 di Sumatera Selatan, tanpa syarat khusus.
Sumbangan simbolis tersebut diserahkan oleh salah satu anaknya, ditemani dokter pribadi keluarga mereka, Prof. Hardi Darmawan. Menurut Hardi, keluarga Akidi Tio memang jauh dari publikasi media. Namun mereka kerap melakukan aktivitas sosial membantu sesame, tanpa diekspos. Akidi Tio diketahui memiliki tujuh anak yang semuanya sukses sebagai pengusaha. "Apa ya? Mereka pengusaha, keluarga sibuk. Karena itu juga enggan publikasi," ujar Hardi sembari mengingat-ingat, Selasa (27/7/2021).
Sebagai dokter keluarga, Hardi mengaku tidak mengetahui persis lini bisnis keluarga tersebut. Tapi secara keseluruhan, keluarga dermawan ini memiliki sejumlah unit bisnis, misalnya properti, konstruksi, dan perkebunan sawit di Aceh. Meski memiliki berbagai bidang usaha dengan beragam lini bisnis, mereka hidup sederhana. Misalnya saja dalam berbusana.
"Rata-rata suka pakai baju putih, rapi, bersih. Itu sering saya lihat. Ada juga batik, seperti masyarakat biasa aja. Gaya hidup sederhana, berhemat," ungkap Hardi. Namun karena tingginya nilai sosial dan rasa ingin berbagi, maka keluarga besar alamarhum menjalankan amanat sang bapak. Dikatakan Hardi, ketika akan menyerahkan bantuan pada Senin (26/7/2021) kemarin, tujuh anaknya ingin ikut menghadiri.
Namun karena kondisi pandemi dan juga adanya pembatasan mobilitas, rencana tersebut terpaksa dibatalkan. "Karena masih ada pembatasan PPKM, jadinya urung," ujarnya.
Meski begitu, kehadiran anak-anak almarhum telah dijadwalkan bersama notaris dan ahli hukum yang akan mengatur dasar hukum donasi tersebut, serta teknis penyalurannya. Hardi menyampaikan, pihak keluarga tidak mencantumkan syarat atas bantuan yang disalurkan tersebut. "Bantuan diberikan kepada yang membutuhkan. Pihak keluarga tidak menyebut syarat secara khusus. Pesan pihak keluarga besar sederhana saja, agar bantuan tersebut benar-benar sampai kepada mereka yang membutuhkan," ujar Hardi, esoknya atau Selasa (27/7/2021).
Kurang Nyaman
Sebelumnya ramai diberitakan, keluarga almarhum Akidi Tio menyumbangkan Rp 2 triliun untuk penanganan Pandemi Covid-19. Bantuan simbolis diberikan kepada Kapolda Sumsel Irjen Pol Eko Indra Heri di Ruang Rekonfu Gedung Promoter Polda Sumatera Selatan, Palembang. Hadir pula Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, juga dihadiri oleh tokoh lima agama.
Dalam sambutannya, Irjen Eko mengapresiasi bantuan yang diberikan kepada pemerintah untuk kepentingan penanganan wabah pandemi Covid-19. Dia juga mengungkapkan sudah bekerja dengan tim, sekaligus kolaborasi atas amanah yang diberikan oleh keluarga Alm Akidi. Sementara itu, Herman Deru menyambut baik bantuan tersebut. Herman mengaku terharu pada pihak keluarga yang telah peduli kepada kondisi saat ini. "Terima kasih untuk Keluarga Alm Akidi dan utusan keluarga. Bantuan ini jumlahnya bukan sedikit. Semoga amal ibadahnya diterima Allah SWT," ujarnya.
Setelah berita bantuan dengan jumlah fantastik itu viral, keluarga Akidi Tio kini merasa kurang nyaman. Semakin banyak pihak yang berusaha mengetahui privasi dan motivasi atas donasi Rp 2 triliun tersebut. “Kami berharap publik menghargai privasi dari pihak keluarga yang telah berniat membantu atas situasi pandemi COVID 19 saat ini. Kami tengah berkordinasi dengan berbagai pihak guna membahas mengenai teknis donasi atau bantuan tersebut. Kami juga sudah berkomunikasi dengan pihak keluarga, yang merasa agak kurang nyaman saat ini," ujar Dir Intel Polda Sumsel, Kombes Pol Ratno Kuncoro. (sn)
Jalan G Obos IX No. 26 Kota Palangka Raya
081351921771
mediademokrasi@gmail.com
Copyright © 2020 Media Demokrasi All rights reserved. | Redaksi | Pedoman Media Cyber | Disclimer