Survei Terbaru CISA, Elektabilitas Demokrat Melejit, Simak Hasilnya

MEDIA DEMOKRASI, Palu - Lembaga Analis dan Konsultan Sosial Politik Indonesia, Centre for Indonesia Strategic Actions (CISA) kembali meluncurkan hasil survei nasional mengenai tren elektoral terkini Partai Politik menjelang Pilpres 2024.

Hasil survei CISA yang dimulai sejak tanggal 1 sampai 7 Desember 2021 itu menyasar 1.200 responden di 34 Provinsi.

Direktur Eksekutif CISA Herry Mendrofa mengatakan, tingkat survei dilakukan secara proporsional melalui penarikan sampel dengan menggunakan metode Simple Random Sampling dengan Margin of Errornya mencapai 2,85 persen dengan tingkat kepercayaan pada 95 persen.

"Jika Pemilihan Legislatif (Pileg) dilakukan saat ini, Publik menjatuhkan pilihannya pada Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan sukses mengungguli partai politik lainnya dengan 24,92 persen," terang Herry Mendrofa dalam keterangan rilisnya, (10/12/2021) sore.

Herry Mendrofa menambahkan, kemudian disusul oleh Partai Demokrat di urutan kedua yang melejit di 18,83 persen.

Serta posisi ketiga ada Partai Golkar yang mendapatkan 13,09 persen.

"Selanjutnya ada Partai Gerindra kembali menguat pada posisi keempat dan meraup 10,5 persen kemudian di posisi kelima ada Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang mendapatkan 10,25 persen, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) 6,5 persen, Partai Nasional Demokrat (Nasdem) yang meraih 5,75 persen," bebernya.

Kemudian terdapat Partai Amanat Nasional (PAN) sebesar 3,66 persen. 

Sedangkan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) hanya mendapatkan 2,92 persen, serta ada 3,58 persen yang memilih parpol lainnya.

"Hasil survei ini merupakan review termin keempat atau sesi terakhir survei CISA di tahun 2021 setelah sebelumnya merilis survei ketiga kami pada September 2021 yang lalu,” ungkap Herry Mendrofa. (RED)

Redaksi
590

Featured News

Official Support

Jalan G Obos IX No. 26 Kota Palangka Raya

081351921771

mediademokrasi@gmail.com

Follow Us
Foto Pilihan

Copyright © 2020 Media Demokrasi All rights reserved. | Redaksi | Pedoman Media Cyber | Disclimer