Perkuat Fondasi Kepemimpinan, Bupati H. Shalahuddin Tegaskan Transformasi SDM Aparatur di Menara 165

MEDIADEMOKRASI, JAKARTA – Komitmen membangun Barito Utara yang maju, sejahtera, dan berkeadilan kembali ditegaskan Bupati Barito Utara, H. Shalahuddin, saat menghadiri dan membuka Training ESQ Leadership bersama jajaran pejabat lingkup Pemerintah Kabupaten Barito Utara di Menara 165, Jakarta Selatan.

Pelatihan yang berlangsung sejak Senin (19/1/2026) hingga Rabu (28/1/2026) tersebut diikuti jajaran pimpinan daerah sebagai bagian dari upaya membangun aparatur yang tangguh, berkarakter, dan berintegritas dalam mendukung pelaksanaan 11 Program Unggulan dan 12 Program Prioritas (GASPOL 11.12).

Momentum hari ke-101 masa kepemimpinannya dimanfaatkan sebagai titik refleksi sekaligus akselerasi transformasi birokrasi. Bagi Bupati Shalahuddin, pembangunan daerah tidak cukup hanya dengan perencanaan yang matang dan dukungan anggaran yang besar, tetapi harus ditopang oleh sumber daya manusia aparatur yang kuat secara karakter, berintegritas, dan memiliki komitmen pelayanan.

“Di hari ke-101 kepemimpinan ini, saya ingin memastikan bahwa fondasi pembangunan Barito Utara dimulai dari manusianya. Program bisa kita susun dengan baik, anggaran bisa kita siapkan, tetapi jika mentalitas dan integritas aparatur belum kuat, maka hasilnya tidak akan maksimal,” tegasnya di hadapan peserta pelatihan.

Pelatihan yang menghadirkan Founder ESQ 165, Ary Ginanjar Agustian, mengusung konsep Manusia Digital 1.0.1 sosok aparatur yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, namun tetap berlandaskan nilai spiritual dan moral sebagai kompas utama dalam bekerja dan melayani.

Bupati menilai konsep tersebut sejalan dengan arah kebijakan pembangunan Kabupaten Barito Utara yang saat ini tengah mengimplementasikan 11 Program Unggulan dan 12 Program Prioritas (GASPOL 11.12). Menurutnya, percepatan pembangunan membutuhkan aparatur yang tidak hanya cerdas secara teknis, tetapi juga matang secara emosional dan spiritual.

“Kita ingin melahirkan pemimpin dan aparatur yang nol dendam, nol ego, tetapi tidak terbatas dalam melayani. Kepemimpinan bukan tentang kekuasaan, melainkan tentang tanggung jawab dan pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.

Dalam sesi penguatan karakter, Bupati juga menekankan pentingnya internalisasi 7 Budi Utama dalam setiap lini birokrasi, yakni jujur, tanggung jawab, visioner, disiplin, kerja sama, adil, dan peduli. Nilai-nilai tersebut dinilai sebagai fondasi etika pemerintahan yang harus tertanam kuat dalam setiap pengambilan kebijakan maupun pelayanan publik.

“Kejujuran dan tanggung jawab adalah dasar kepemimpinan. Jika seorang pemimpin sudah selesai dengan dirinya sendiri, maka ia tidak lagi bekerja untuk kepentingan pribadi, melainkan sepenuhnya untuk masyarakat,” katanya.

Ia menambahkan, transformasi birokrasi tidak bisa hanya dilakukan melalui regulasi, tetapi harus melalui perubahan pola pikir (mindset). Aparatur pemerintah dituntut untuk bergerak lebih cepat, responsif, dan solutif terhadap berbagai persoalan masyarakat.

“Mindset harus berubah. Dari bekerja rutinitas menjadi bekerja dengan visi. Dari sekadar menggugurkan kewajiban menjadi menghadirkan solusi nyata. Masyarakat menuntut pelayanan yang cepat, tepat, dan transparan,” tegasnya.

Bupati Shalahuddin juga menyampaikan bahwa penguatan SDM merupakan investasi jangka panjang bagi daerah. Ia ingin memastikan tata kelola pemerintahan berjalan akuntabel, profesional, dan selaras dengan prinsip good governance.

Menurutnya, keberhasilan program GASPOL 11.12 sangat bergantung pada soliditas dan integritas aparatur. Infrastruktur dapat dibangun, kebijakan dapat dirumuskan, tetapi keberlanjutan pembangunan hanya dapat terjaga jika aparatur memiliki komitmen moral yang kuat.

“SDM adalah kunci. Program yang baik tidak akan berjalan tanpa aparatur yang tangguh, disiplin, dan memiliki jiwa kepemimpinan. Kita ingin memastikan bahwa setiap rupiah anggaran benar-benar berdampak bagi kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bupati berharap seluruh pejabat yang mengikuti pelatihan dapat kembali ke Barito Utara dengan semangat baru dan tekad yang lebih kuat untuk memberikan pelayanan terbaik. Ia mengajak seluruh jajaran untuk menjadikan pelatihan ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan titik awal perubahan budaya kerja di lingkungan Pemkab Barito Utara.

“Perubahan harus dimulai dari diri sendiri. Jangan menunggu orang lain berubah. Mulailah dari cara berpikir, cara bersikap, dan cara bekerja kita. Jika kita kompak dan satu visi, maka Barito Utara akan melangkah lebih cepat menuju kemajuan,” pesannya.

Menutup arahannya di Menara 165, Bupati kembali menegaskan bahwa kepemimpinan adalah amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan keikhlasan.

“Jabatan ini bukan untuk dibanggakan, tetapi untuk dipertanggungjawabkan. Mari kita bangun Barito Utara dengan hati yang bersih, niat yang tulus, dan kerja yang sungguh-sungguh demi masa depan Bumi Iya Mulik Bengkang Turan yang kita cintai,” pungkasnya.(adm)

Redaksi
119

Featured News

Official Support

Jalan G Obos IX No. 26 Kota Palangka Raya

081351921771

mediademokrasi@gmail.com

Follow Us
Foto Pilihan

Copyright © 2020 Media Demokrasi All rights reserved. | Redaksi | Pedoman Media Cyber | Disclimer