MEDIA DEMOKRASI, Jakarta - Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak berjanji akan membantu anak ataupun keluarga prajurit Marinir yang gugur dalam insiden bencana tanah longsor di Cisarua, Bandung Barat.
"Siapa tahu nanti dari keluarga besar ada yang mau menjadi Angkatan Darat, kami siap untuk ikut membantu, sebagai bukti bahwa kami juga ikut merasa kehilangan akan rekan-rekan kami akibat dari latihan bencana latihan ini," kata Maruli saat menghadiri acara pemberian tali asih kepada para keluarga prajurit Marinir korban bencana di Markas Korps Marinir, TNI AL, Jakarta Pusat, Rabu (18/2/2026).
Maruli melanjutkan, jajarannya menyampaikan belasungkawa atas gugurnya para prajurit Marinir tersebut.
Menurut dia, para prajurit itu gugur dalam keadaan terhormat karena sedang alam menjalankan tugas negara.
"Mereka adalah kebanggaan bangsa yang sudah ingin mengabdi pada negara, dan harus memberikan yang paling luar biasa, nyawanya untuk negara. Jadi bukan pergi dengan percuma," kata Maruli kepada keluarga prajurit Marinir yang hadir dalam acara tersebut.
Walau demikian, Maruli memahami bahwa keluarga para prajurit masih dalam keadaan berduka atau mungkin cukup sulit menerima insiden ini.
Karenanya, Maruli kembali menekankan bahwa perasaan duka itu juga turut dirasakan oleh jajaran TNI AD.
"Kami ingin menunjukkan bahwa kami semua juga ikut berduka dan kami akan berupaya untuk sedikit, mudah-mudahan bisa sedikit menghibur Bapak-Ibu sekalian," kata Maruli.
Untuk diketahui, tercatat ada 23 prajurit TNI AL dari korps Marinir yang gugur dalam insiden tanah longsor di Cisarua, Bandung Barat, (24/1).
Mereka menjadi korban tanah longsor ketika sedang menggelar latihan di lokasi tersebut.
Dari 23 prajurit, 19 prajurit sudah diidentifikasi dan telah dipulangkan ke keluarga masing-masing. Sedangkan empat prajurit lainnya masih dalam proses identifikasi.
Sumber : ANTARA
Jalan G Obos IX No. 26 Kota Palangka Raya
081351921771
mediademokrasi@gmail.com
Copyright © 2020 Media Demokrasi All rights reserved. | Redaksi | Pedoman Media Cyber | Disclimer